
Menjelang malam tiba, selepas dari kesibukan di warung, Bapak selalu menyempatkan diri menyalakan radio butut nya. Bunyi nyiiit terdengar keras, noise dari radio yg memang usia nya sudah uzur itu membuat beliau makin sibuk memutar-mutar gelombang radio. Setelah beberapa saat mencari-cari stasiun radio favorit nya, dimulailah pertunjukan malam itu.
Suara intro gamelan dan sinden mulai mengisi setiap sudut ruang di rumah kecil kami. Tak berapa saat kemudian suara sang dalang mulai terdengar menirukan berbagai suara lakon yg ada dalam kisah2 mahabarata. Suara-suara itu seakan menjadi teman tidur di rumah kami. Saat itu, beberapa belas tahun yg lalu ketika gue masih SD.
Kenyataan bahwa di rumah kami hanya Bapak dan Ibu yg bisa berbahasa jawa, membuat gue kadang gak habis pikir kenapa gue bisa sampai tertarik dengan wayang. Padahal pertunjukan wayang selalu disampaikan dalam bahasa jawa. Sedangkan gue dan 3 kakak lainnya tak satupun yang bisa berbahasa jawa. Dari kecil gue suka sekali sama cerita wayang bergambar yg ada di sebuah harian ibukota. Bahkan tidak jarang gue membongkar tumpukan koran-koran bekas di warung (yg seharusnya dipakai untuk pembungkus) hanya untuk mencari dan membaca kisah-kisah wayang bergambar. Biasa nya setelah itu Ibu pasti marah-marah karena tumpukan koran bekas di warung jadi morat-marit. hehe....
Mungkin kalau dulu waktu kecil ketertarikan gue akan wayang hanya sebatas kekaguman akan kehebatan para ksatria pandawa melawan kejahatan. Namun setelah besar, gue baru meyadari bahwa banyak nilai-nilai filosofis dalam setiap cerita wayang. Nilai-nilai kehidupan yg sangat dalam artinya. Dan gue baru menyadari bahwa kisah wayang di Indonesia (yg terkenal dengan sebutan wayang purwo) memiliki banyak perbedaan dengan kisah aslinya dari negeri India. Hal ini sangat dimungkinkan karena wayang dipercaya telah dipakai oleh wali songo sebagai sarana dakwah di pulau jawa. Modifikasi cerita dilakukan dengan mengubah beberapa hal yg bertentangan dengan syari'at Islam. Bahkan penambahan dilakukan pada karakter dan cerita wayang yg penuh dengan nilai-nilai sufistik, sebut saja misalnya lakon dewa ruci yg menceritakan perjalanan tasawuf seorang Bima. Atau pusaka milik Puntadewa yg bernama Jamus Kalimosodo (dipercaya diambil dari kata kalimat syahadat)yang tak kunjung ia kuasai sebelum akhirnya mengucapkan kalimat syahadat itu sendiri. Sebuah metode dakwah yg menurut gue sangat brilian pada waktu itu.
Cerita wayang memberikan pelajaran bagaimana seorang ksatria hebat yg melihat sesuatu hitam dan putih seperti halnya Bima. Ia yg dikisahkan selalu berbicara dengan bahasa ngoko (bahasa jawa kasar) ceplas-ceplos namun konsisten, jujur, dan bicara apa adanya. Bima lebih mirip Khalifah Umar yg lebih memilih menggunakan kekuatan nya untuk menegakkan kebenaran daripada harus beretorika dengan segala aturan dan etika diplomasi. Lain hal nya dengan Puntadewa, saudara tua para pandawa ini merupakan figur negarawan yg bersahaja, sabar, bijaksana, dan selalu berhati-hati dalam setiap tindakan nya. Dan masih banyak lagi karakter unik dan menarik lainnya yg bisa ditemui dalam kisah-kisah wayang.
Hebatnya lagi, ketika terakhir gue liburan ke Indonesia awal maret tahun lalu, kebiasaan mendengarkan wayang kulit dari radio masih dilakoni Bapak sampai sekarang. Perbedaan nya beliau punya radio tape yg agak mendingan, walaupun tetap saja masih mengeluarkan bunyi nyiiiitt keras. Hihi Kridit darimana yah bapak, entahlah. Beliau orang yg sangat sederhana sampai-sampai ke pasar pun masih mengayuh sepeda. Gak apa yah Pak!kan green and environmental friendly, lagi ngetrend tuh di eropa. kkkkk (halah bilang aja gak mampu beli sepeda motor :P)
-putra-
Monday, February 11, 2008
Wayang di Radio
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 Comments:
Hihi.. dulu pernah gandrung ama wayang waktu SMA, berburu buku Arjuna Wiwaha (trs apalagi ya?) di perpus. Karena aye baca cerita aslinya, aye mah agak2 ilpil bang :p.. tapi kok tetep diburu ya? ga ngerti kenapa.. hihi
sayang banget gk bisa bhs jawa put...belajar donk bow... kek gw bisa bahasa minang, ke tanah abang selalu dapat harga miring... :D
Post a Comment