Tuesday, July 22, 2008

Gie


Akhirnya gue menyempatkan nonton film Gie beberapa waktu yg lalu (padahal file nya dah nongkronng di hardisk gue dari kapan tau). Film dimulai dg pidato presiden Sukarno yg ternal pada HUT RI thn 1963. Salah satu bunyi pidato nya yg gue inget adalah 'padahal angkatan perang tidak boleh ikut-2 politik'. Well maybe at that time Soekarno begin to realize that the army start to enter the politics, form as one of political power in Indonesia. Leaving their main duty and professionalism as a national defense power.

Mungkin bagi sebagian orang Gie bukan lah sebuah film yg menarik untuk ditonton. Kenyataan nya memamang dari sisi hiburan film ini amatlah sangat tidak menarik dan membosankan. Tidak ada adegan humor, apalagi action dalam film ini, mungkin banyak orang malah jd ngantuk nonton nya.

Namun bagi gue pribadi, film ini amatlah sangat menarik. Setiap adegan nya membuat gue melek akan sejarah gelap Indonesia pada periode 50an smp 6oan. Kalo boleh jujur, gue sendiri masih bingung, sebenernya apa yg terjadi saat itu. Sungguh sebuah ketidakpastian sejarah yg menurut gue sengaja tidak diungkap dalam pelajaran-2 sejarah di sekolah, Setidak nya pd zaman gue msh pergi ke sekolah dulu.

Mungkin sejarah gelap itu imbas dari perang ideologi amerika-soviet yg masing-2 berusaha saling mencari 'daerah kekuasaan' (well..again another new form of collonialization). Yang bisa gue simpulkan, waktu itu mungkin situasi politik di Indonesia benar-2 terpolarisasi antara ideologi nasionalis, komunis, dan Islam. Soekarno tentu nya ingin ada nya keseimbangan polarisasi itu. Namun yg terjadi adalah Soekarno terlalu dekat dengan komunis (yg didukung soviet), sehingga TNI(yg didukung Amerika) yg juga sudah ikut-2 an masuk politik merasa terancam kedudukan nya. Tinggalah kelompok Islam yg secara alami tentu akan berdiri di garis depan dalam menghadapi ideologi komunis.

Mudah ditebak tentunya siapa yg menghasut, terhasut, dan yg merasa saling terancam satu sama lain. Sungguh sebuah periode gelap klo menurut gue.

Balik lagi ke film Gie. Walaupun ada bumbu2 percintaan yg ditambah dalam film ini, yg sebenarnya tidak ada dalam catatan harian Soe Hok Gie yg asli, tetap film ini mendapat kredit tersendiri di hati gue. Bagaimana perjuangan mahasiswa saat itu juga ikut terpolarisasi, dan sudah tidak murni lg untuk rakyat. Aktifis yg dulu nya suka ikut demo, akhirnya terjerumus dalam sistem setelah mereka duduk dan merasakan enak dan manis nya 'kue politik'. Well gak jauh beda juga sih sama demo mahasiswa sekarang. Liat ajah aktifis yg suka demo pasti ujung2 nya pada korupsi setelah masuk politik. Apa yg dilakukan mereka bukan murni untuk rakyat.

Jadi yah kesimpulan nya, gue mah orang yg paling skeptis klo liat mahasiswa demo. Entah demo BBM lah, atau demo apa lah nama nya. BTW itu kompak demo mahasiswa di tanah air, sampe timpuk2 an batu sm polisi, bakar2 ban, bakar mobil, tiap hari pula. klo dipikir2 itu harus bolos berapa mata kuliah yah? kkk...!.

Untuk yg kul di PTN, bukan nya semakin lama mereka lulus, semakin lama pula mereka memakan jatah subsidi org2 lain untuk bs masuk PTN?. Melakukan sesuatu atas nama rakyat, tapi harus mendzolimi rakyat yg lain, aah kok rasa nya aneh buat gue.

Monday, July 21, 2008

Surat Sakti


Lagi iseng browsing-2 nyari paper nya mbah Einstein. Eh gak tau nya nemu salinan surat Einstein untuk presiden F.D.Roosevelt.

Ceritanya saat itu thn 1938, Niels Bohr yg mengajar di Princeton denger kabar kalo Otto Hahn di Jerman berhasil mendeteksi elemen Barium setelah memborbardir uranium dg neutron(selanjutnya thn 1944 Hahn meraih hadiah nobel kimia untuk penemuan nuclear fission ini). Lalu Bohr datang untuk nemuin Fermi di columbia univ. Gak lama setelah itu Fermi berhasil membuat experiment nuclear fission yg pertama di amerika pd januari 1939.

6 bulan setelah experiment itu, Szilard meyakini bahwa nazi sedang mengembangkan nuclear bomb setelah mendengar kabar kalo German telah menghentikan penjualan uranium dari Czechoslovakia yg baru saja ditaklukan. Tidak mendapatkan official support dari pemerintah serta gagal membujuk fermi melanjutkan experiment, Szilard berhasil meyakinkan mbah Einstein buat nulis surat ke presiden Roosevelt.

Seluruhnya ada 4 surat Einstein untuk presiden Roosevelt yg akhirnya di published. Di sini gue lampirkan salinan lembar pertama dari surat pertama Einstein buat presiden Roosevelt.

Huhu...andai saja dulu gak ada surat ini, dan Nazi German lah yg berhasil membuat nuclear bomb, mungkin sejarah akan berbeda. Atau andai gak ada surat ini, mungkin saja jepang tak akan terkalahkan di perang Asia timur. dan mungkin Indonesia tidak merdeka tgl 17 agustus 1945.

Atau bila saja surat ini tidak ada dan German pun gagal mengembangkan nuclear bomb, saat ini dunia akan lebih damai tanpa nuclear bomb dan Amerika tidak se arogan sekarang, huh...benar-2 surat yg amat sakti.